www.disdikklungkung.net

You are here: Depan
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
BINTEK e-GAME UNTUK GURU SD/SMP/SMA/SMK  E-mail
    Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan serta berkualitas, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bali menyelenggarakan Bintek Pengembangan e-game.

       e-Game adalah singkatan dari eduction game yang dapat diartikan sebagai game atau permainan untuk pembelajaran. Bintek dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama untuk guru MIPA dilaksanakan dari tanggal 20 s/d 21 Nopember 2009 sedangkan gelombang kedua untuk guru IPS dan Bahasa dilaksanakan dari tanggal 24 s/d 25 Nopember 2009. Selama pelatihan ini para guru dibina dengan sabar oleh para instruktur dimulai dari cara instalasi Macromedia Flash, pengenalan fitur-fiturnya serta teknik pengembangan game sederhana.

       Mengapa e-game?? Adalah David Williamson Shaffer lewat bukunya How Computer Games Help Children Learn yang mengungkap potensi besar game untuk pembelajaran. Buku Shaffer bukanlah buku tentang game, melainkan buku tentang pembelajaran. Sebelumnya James Paul Gee juga mengungkap kekuatan game untuk keperluan pembelajaran lewat bukunya What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacies. Kedua ahli tersebut terutama Shaffer, mengungkapkan bahwa pembelajaran bermakna akan sangat efektif bila dibuat dalam bentuk game, terutama untuk pembelajaran abad 21. Pembelajaran konvensional sangatlah tidak memadai, seperti diungkap Gartner, terutama karena kecenderungan sekolah-sekolah pada umumnya menggunakan pendekatan subject matter, misalnya : Matematika, Biologi, Kimia, Sejarah, dan lain sebagainya.

    Pendekatan subject matter dipandang tidak memadai karena menafikan keterkaitan antar berbagai disiplin, sementara masalah-masalah di masa depan yang komplek mustahil didekati dengan satu disiplin saja. Lebih dari itu, karena pendekatan subject matter tidak terkait dengan masalah-masalah dalam keseharian kita, ia hanya cocok untuk setting sekolahan saja dan tidak applicable untuk kontek keseharian kita. Gartner mengungkapkan penelitian dari berbagai ahli bahwa sebagian besar siswa sekolah gagal menyelesaikan soal-soal yang sedikit saja dimodifikasi dari soal-soal yang selama ini diujikan di sekolah. Kesimpulannya mereka mampu menyelesaikan soal-soal hanya jika dikaitkan dengan kondisi persekolahan. Soal-soal disekolah hanya dirancang untuk dan demi kelanjutan sistem persekolahan itu sendiri secara berjenjang mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Itu hanya cocok untuk mereka yang mau berkarir di dunia akademis. Masalahnya tidak semua siswa tersebut berkarir jadi dosen atau profesor bukan?

        Gartner mengajukan solusi alih-alih memperkaya siswa dengan subject matter, ia mengenalkan apa yang disebut dengan discipline matter. Pada intinya pendekatan discipline matter didasari oleh kenyataan bahwa setiap disiplin ilmu atau profesi tertentu mempunyai body of knowledge, sikap mental, dan pendekatan tersendiri yang berbeda satu sama lain dan bahkan bertolak belakang. Seorang ahli sejarah mempunyai sikap yang bertolak belakang dalam memperlakukan fakta dengan seorang ahli fisika misalnya. Jadi penting bagi anak-anak untuk tahu sedari awal apa body of knowledge yang mendasari pola pikir dan sikap dari masing-masing profesi yang ada di masyarakat. Tentu saja pada akhirnya mereka harus memilih profesi apa kelak yang akan mereka tekuni. Gartner mengajukan bahwa siswa perlu magang atau terlibat dalam proyek dimana disana ada seorang ahli atau orang dengan profesi tertentu.

        Walaupun tidak saling berhubungan, ada beberapa aspek dalam penelitian Gartner yang ternyata diperkaya oleh Shaffer. Mereka membicarakan hal sama berkaitan dengan body of knowledge, hanya saja Shaffer mengajukan solusi yang lebih konkrit, paling mungkin, dan mungkin lebih murah. Shaffer menintrodusir penggunaan games. Shaffer memperkenalkan beberapa aspek yang bisa dikembangkan lewat game disertai oleh contoh game-game yang sudah dipasarkan atau yang sedang dikembangkan oleh para ahli pembelajaran. Sekalipun game-game itu mungkin belum tersedia saat ini di Indonesia, tapi kita masih bisa memanfaatkan beberapa game yang ada untuk sarana pembelajaran anak-anak.

      Hal-hal inilah yang mendasari pemilihan e-game sebagai salah satu program bintek untuk guru di kabupaten Klungkung tahun 2009 ini. Menurut koordinator Jardiknas Kabupaten Klungkung, pengembangan e-game merupakan salah satu program Jardiknas dalam ranah software. Ke depan diharapkan akan dapat diwujudkan suatu bank e-game yang akan disajikan melalui media intranet Jardiknas Klungkung. Walaupun terkesan agak sulit, namun waktu bintek yang hanya 2 hari dirasakan tidak cukup oleh sebagian besar guru yang menjadi peserta bintek. Ternyata membuat game sederhana itu tak sulit, kata mereka.....
 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pencarian

Jajak Pendapat

Menurut anda, apakah ujian nasional masih perlu diadakan?
 

Siapa Yang Online?

Saat ini ada 20 tamu online

Event Terakhir

No events

Random Image

Tidak ada gambar

Advertisement

Top Menu

Fasilitas

Buku Tamu
Download

Kalender Kegiatan

February 2012
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 1 2 3

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Arsip