|
Jardiknas Telah Hadir di Nusa Penida |
E-mail
|
Mungkin selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa internet amat susah dan mahal di Nusa Penida. Anggapan ini memang tidak salah, mengingat akses telkom amat susah diperoleh. Namun anggapan itu saat ini tidak sepenuhnya benar, mengingat beberapa sekolah seperti SMAN 1 Nusa Penida, SMKN 1 Nusa Penida, SMPN 1 Nusa Penida, dan SMPN 2 Nusa Penida kini telah terkoneksi dengan Jardiknas. Itu artinya sekolah-sekolah tersebut saat ini telah dapat menikmati akses internet gratis. Bukan hanya itu, dengan adanya Jardiknas, berbagai kendala komunikasi yang selama ini terjadi akan dapat dieliminasi.
Mungkin banyak yang belum mengenal Jardiknas. Jardiknas adalah akronim dari Jaringan Pendidikan Nasional, adalah sebuah sistem yang akan menghubungkan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia baik sekolah, dinas, ataupun departemen. Pada dasarnya Jardiknas memang lahir sebagai suatu jawaban terhadap permasalahan lambatnya arus informasi di bidang pendidikan yang terjadi selama ini baik dalam pengumpulan, pengolahan, ataupun pengiriman data serta pengelolaan informasi. Jardiknas memiliki berbagai fasilitas seperti akses internet, ftp, teleconference, dan masih banyak lagi. Server jardiknas dikelola oleh Depdiknas, sehingga dinas pendidikan kabupaten ataupun sekolah-sekolah menjadi client. Dengan cara inilah sekolah-sekolah nantinya akan dapat menikmati akses internet. Permasalahan yang ada yaitu akses client hanya jatuh di dinas pendidikan kabupaten. Oleh karena itu sekolah-sekolah yang ingin terkoneksi ke Jardiknas harus menyiapkan fasilitas wifi baik tiang, antene, radio serta perlengkapan lainnya. Di berbagai daerah, koneksi ke masing-masing sekolah ditempuh dengan cara yang beragam. Di kabupaten Jembrana misalnya, pemerintah daerahnya membiayai seluruh pemasangan wifi ke sekolah-sekolah. Sedangkan di kabupaten Klungkung ditempuh dengan cara lain yaitu dengan sistem sharing. Dalam sistem ini, jika biaya pemasangannya terjangkau oleh sekolah (di bawah 10 juta), biaya sepenuhnya oleh sekolah seperti yang dilakukan oleh sebagian besar SMA, SMK, dan SMP di kabupaten Klungkung. . Namun jika biaya itu di atas 10 juta, ditempuhlah cara sharing yaitu dengan memanfaatkan bantuan dari pemda kabupaten Klungkung Dengan cara inilah koneksi Jardiknas ke Nusa Penida dilaksanakan. SMAN 1 Nusa Penida dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan melaksanakan sharing biaya sehingga dapat dibangun sebuah tower triangle dengan antena yang mengarah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung. Tentunya sekolah sungguh berat jika harus menanggung biaya pembangunan tower, antena hingga radionya yang mencapai angka 40-jutaan. Tidak ada pilihan lain, antena yang dibangun minimal setinggi 40 meter dan radio yang digunakan harus memiliki jangkauan di atas 6 km, mengingat jarak Dinas Pendidikan dan SMAN 1 Nusa Penida adalah 18 km. Namun tower ini dilengkapi dengan transmitter omni sehingga dapat berbagi akses dengan sekolah lainnya. Sekolah-sekolah lain tinggal membangun wifi sendiri yang mengarah ke SMAN 1 Nusa Penida sehingga dapat terkoneksi dengan Jardiknas. Ternyata sambutan kalangan dunia pendidikan terhadap kehadiran Jardiknas sangat luar biasa. Ketika akses internet telah mereka peroleh, laboratorium komputer pada keempat sekolah hampir tak pernah sepi. Untungnya sekolah-sekolah memiliki guru-guru yang telah memiliki dasar-dasar internet, sehingga mereka dapat berbagi informasi dengan para guru yang lainnya. Dengan adanya akses internet ini tentunya akan sangat membantu para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, apalagi e-learning saat ini merupakan salah satu tuntutan bagi dunia pendidikan. Selamat berselanncar di dunia maya, semoga koneksi Jardiknas memberi manfaat yang besar bagi dunia pendidikan di Nusa Penida (panega) |